Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kampung Rawa Pasung RW. 03 Kalibaru Medan Satria

Bekasi, SBN- Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. di Musholla Al – Amin Kampung Rawa Pasung RT. 007/03 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. 1/122/2108. Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Tahun 2018 di hadiri oleh Anggota Dewan dari fraksi PDIP Hj. Sumiati, Spd.I dan H. Sudirman, SH.

Sambutan Ketua Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Heri Wibowo mengucapkan banyak terimakasih kepada para Donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan atas kehadirannya, dan mengucapkan terimakasih kepada Anggota Dewan dari Fraksi PDIP Hj. Sumiati, Spd.I dan H. Sudirman, SH. H. Kumari Azis, Ustadz Didi Suryadi, Spd.I Berkat bantuan saudara acara ini terlaksana dengan lancar dan sukses Amin Ya Rabbal’alamin.

H. Sudirman, SH. dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua warga masyarakat khususnya warga masyarakat RW. 03 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. mohon Doa Restu dan dukungannya yang insyaallah saya H. Sudirman, SH dan Hj. Sumiati, Spd.I. akan mencalonkan Anggota Dewan Periode 2019 – 2024.

Ustadz Muhtadin ( Xong Lee ) dalam tausiyahnya mengajak para Jamaah di acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Supaya kita menghormati kedua orang tua kita, agar di mudahan segala urusannya, di mudahkan Rezekinya di kobulkan cita-citanya. Dan kita tidak boleh pelit dengan orang tua kita sendiri, perbanyak bersedekah untuk orang tua kita yang telah meninggal dunia agar Do’a kita selalu di ijabah oleh Allah SWT. Aamiin.

H. Paryadi, SE Menambahkan bahwa Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Dengan Tema tingkatkan Kreativitas Remaja Khususnya Kampung Rawa Pasung RW. 03 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Jawa Barat.

Tentang tidur pagi, memang terasa mengenakkan, terutama bagi mereka yang memang tak bisa mengelakkannya. Usai Subuh, kepala langsung terasa berat dan hati pun seolah mendesak agar badan segera rebah dan secepat mungkin memejamkan mata. Mungkin wajar, membuat kondisi tubuh memang lejar. Tetapi, jika tanpa sebab, lantas setiap pagi melenakan diri dengan tidur, aduhai betapa ruginya.

Sedang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam setiap pagi hari memanjatkan doa untuk umatnya. اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, pagi bukan saatnya untuk berleyeh-leyeh, apalagi kembali pulas mendengkur. Oleh sebab itu, mesti ada niat dan ikhtiyar kuat dalam diri agar kita tidak termasuk umat Islam yang kehilangan berkah, justru di awal suatu hari bermula.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Setan akan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat tidur dengan tiga ikatan ia akan membisikkan kepadamu bahwa malam masih panjang, jika ia terbangun lalu berdzikir pada Allah lepaslah satu ikatan, jika ia berwudlu maka lepaslah dua ikatan, dan jika ia melanjutkan dengan sholat, maka lepaslah seluruh ikatan itu, sehingga pada pagi harinya ia mulai dengan penuh kesemangatan dan jiwanya pun sehat, namun jika tidak, maka dia akan memasuki waktu pagi dengan jiwa yang keji dan penuh kemalasan.” [HR Bukhari].

Allah ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” [QS. Al-Ahzaab : 41-42].

Dari Anas Ibnu Mali, Rasulullah bersabda: “Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah ta’ala mulai shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismaa’iil. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah mulai shalat ‘Ashar hingga tenggelam matahari lebih aku senangi daripada memerdekakan empat orang budak.” [HR: Abu Daawud, Al-Baihaqiy].

Tilawah Al-Qur’an, terlebih jika diniati untuk dibaca dengan penuh penghayatan, perenungan dan kesiapan hati mengikuti dan mengamalkan kandungannya, hal ini akan sangat membantu fokus otak dan hati untuk lebih siap menyudahi Shubuh dengan kebaikan, ilmu dan spirit iman yang lebih hidup.

Terlebih waktu Shubuh udara masih bersih, suasana belum bising dan fisik juga masih segar. Tentu hal tersebut akan memudahkan akal, hati dan emosi lebih cepat merasakan getaran, kesan dan spirit dari ayat demi ayat yang dibaca. Bahkan, para penghafal Qur’an, memanfaatkan waktu emas ini sebagai momentum untuk muroja’ah (mengulang-ulang hafalannya). Andaikata hanya bisa tilawah selembar atau dua lembar, sebagai langkah awal, ini tentu suatu kemajuan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan oleh para Remaja kita khususnya warga RW.03.

Rasulullah, tidak menjumpai pagi melainkan bergegas dalam beraktivitas. Allah firmankan; “Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang.” (QS. Ali Imron [3]: 121).

Jadi, tidak salah jika bangsa Arab mengenal petuah, “Waktu adalah pedang.” Kemudian dalam bahasa kita dikenal, “Siapa cepat dia dapat.” Dengan kata lain, siapa bergegas dalam beraktivitas insya Allah dia akan sukses. Sinkron dengan apa yang jamak diketahui orang, “Man jadda wajada” (Siapa bersungguh-sungguh dia dapat).

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda :
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”[HR Muslim].

Ini sekilas tambahan untuk meningkatkan kreativitas Remaja Muslim untuk selalu meramaikan Musholla Khususnya Remaja Kampung Rawa Pasung RW. 03 Kelurahan Kali Baru Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi.

(Reporter SBN. Yadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *