Alumni 60 Dukung Pemerintahan Jokowi Perangi Hoax

Jakarta, SBN –

Peduli akan nasib bangsa ke depan,puluhan alumni SMA 60 turut serta bergabung dalam barisan Alumni SMA Jakarta Bersatu yang menggelar Deklarasi dukungan untuk Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 duet Ir H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin,pada Minggu (10/02) di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. 

Agie selaku Koordinator alumni 60 Bersatu dalam suasana acara tersebut mengatakan,sudah saatnya para silent majority muncul dan ikut terlibat aktif dalam menyuarakan kebenaran. “Kami,alumni SMA 60 ikut Deklarasi SMA Jakarta Bersatu,bukan semata mendukung duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Lebih dari itu,kami ingin berperan aktif menyuarakan kebenaran. Melawan hoax dan fitnah kepada pemerintahan Jokowi yang selama empat tahun ini banyak beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan tidak semua Alumni 60 mendukung Jokowi-Maruf,Agie mengatakan itu adalah bagian dari demokrasi. “Tidak masalah. Silahkan kalau mau mendukung calon lain. Tapi, Jokowi-Ma’ruf adalah pilihan yang paling tepat dan dibutuhkan bagi bangsa Indonesia saat ini. Bukan yang lain,”tegas Agie.

Hal senada dilontarkan Alumni SMA 60 angkatan 89,Nanda. Ia katakan,nasib bangsa Indonesia ke depan memang menjadi pertaruhan dalam pilpres kali ini. Menurutnya,tidak sebatas pertarungan Jokowi dan Prabowo, tapi Indonesia yang ramah, yang pancasilais,berbhineka tunggal ika,terancam dengan sikap-sikap intoleran dan radikal. “Semburan hoax dan fitnah mengancam NKRI. Kita tidak ingin itu terjadi,”kata Nanda alumnus SMA 60.

Ia mencontohkan,Presiden Jokowi selama ini kerap dituduh dan difitnah antek asing, PKI, anti islam, dan masih banyak lagi lainnya. Padahal, kenyataan sebenarnya, keislaman Jokowi sangat jelas. Ia sangat dekat dengan para ulama, kerap menyambangi dan membantu pembangunan pondok pesantren di berbagai daerah. Bahkan, wakilnyasebagai cawapres saat ini sendiri adalah  KH Maruf Amin, notabene seorang ulama besar.

Begitu juga soal antek asing. Menurut Nanda,justru Jokowi memperlihatkan dirinya adalah Presiden RI yang sangat nasionalis. Terbukti, Jokowi yang mampu mengembalikan Blok Rokan dan Blok Mahakam yang dikuasai asing selama puluhan tahun ke tangan pemerintah. Termasuk perusahaan tambang emas Freeport.

“Banyak fitnah dan kabar bohong yang diarahkan ke pemerintahan Jokowi. Berbagai hasil pembangunan yang nyata terlihat juga seakan-akan dinihilkan. Padahal,kerja besar yang beliau lakukan sangat massif. Seperti jalan tol,pelabuhan,bandara, waduk. Kemiskinan menurun, ekonomi juga melesat. Ekonomi Indonesia masuk jajaran negara-negara dengan perekonomian USD 1 Triliun atau One Trilion Dollar Club,”paparnya.

Sekadar diketahui,dalam Deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu, Minggu kemarin,di tengah-tengah ribuan peserta yang memenuhi Istora Senayan,Jokowi pun mengungkapkan kabar bohong soal kebocoran anggaran sebesar Rp500 triliun yang dikatakan capres no urut 02 Prabowo Subianto.

Jokowi mempertanyakan kebocoran dana Rp500 triliun itu data dari mana? Ia jelaskan,setiap anggaran selalu melalui persetujuan fraksi di DPR. “Saya tanya,itu itungan dari mana? Jangan membuat pernyataan-pernyataan yang membuat masyarakat resah,”ungkap Nanda. (Wdo/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *