Tokoh Adat dan Pemuka Agama Berperan Penting Untuk Ciptakan Papua Damai

Suarabekasinews.com,Jakarta –

Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA),DR. John N. Palinggi mengatakan masalah papua seperti masalah dalam keluarga,dalam penyelesaiannya Pemerintah Daerah,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat juga para Ketua Adat ato Kepala Suku berperan penting untuk menyelesaikan agar tercipta kembali suasana Pupua menjadi damai,aman dan sejahtera.

“Kejadian pada Propinsi Papua akhir ini sangat merugikan masyarakat papua,karena perdamaian dan keamanan di daerah tersebut menjadi ricuh dan tidak kondusif. Dimulai oleh berita bohong ( hoax) yang di sebar oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab hingga tersebar sampai kesana. Akibatnya banyak kejadian yang tidak enak didengar dan dilihat,”ucap John Palinggi saat di temui di kantornya,pada selasa (03/09).

“Saya sudah dua kali menyelesaikan permasalahan di Papua. Semua bersangkutan dengan ekonomi. Dikeluarkan Undang-undang otonomi khusus untuk Papua dengan digelontorkan dana hingga triliunan,seharusnya masyarakat disana bisa sejahtera. Tetapi kenapa sampai sekarang belum sejahtera juga,karena keuangannya tidak diawasi,”kata John Palinggi.

Seharusnya seluruh pimpinan daerah dari Gubernur,Bupati dan Walikota di Papua berkewajiban dan memikirkan kesejahteraan warganya. Karena hal tersebut merupakan amanat Undang – undang No.32/2004 pasal 27, meningkatkan kesejahteraan warganya dan menjaga keamanan daerah kekuasaannya.

Apabila terjadi kericuhan para pemangku pemerintah harus aktif mendamaikan suasana,bukan dengan memberikan pernyataan tetapi tidak ada langkah untuk damai. Dalam penyelesaian Papua selain Polri dan TNI ato aparat hukum,sebaiknya pemerintah dearah,tokoh masyarak ato kepala adat juga penting untuk terjun dalam menciptakan ato mendamaikan suasa yang terjadi yang bisa membuat kembali masyarak Papua menjadi aman dan damai,”ungkap John Palinggi. (Git)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *