Founder Ok Oce Indonesia Sandiaga Uno :  Susah Cari Kerja Tidak Adanya Link and Match  Dunia Usaha dengan Tenaga Kerja 

SBN, JAKARTA –

Menurut Sandiaga Uno, tidak adanya link and match antara dunia usaha dengan tenaga kerja menjadi salah satu penyebab susahnya mencari kerja di Indonesia saat ini. Padahal, pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, lebih tinggi dibanding negara lain, bahkan bisa di atas 6 persen. Tetapi, mengapa koor susah mencari kerja masih terdengar? Sebelumnya ada data tingkat pengangguran banyak diisi lulusan SMK, yang seharusnya siap kerja.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 6 persen lebih. Syaratnya, pemerintah harus lebih banyak mengeluarkan regulasi yang memudahkan para wirausahawan. Sandi mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh pesat. Dengan mengakomodir para wirausaha bisa saja membantu mendorong pertumbuhan ekonomi ke 6 persen,” ungkapnya.

Pasar Indonesia sedang berkembang. Hal tersebut menjadi peluang yang harus bisa dimanfaatkan bagi anak muda, karena pasar kita berkembang sampai 2045. Tapi kalau milenial engga ambil kesempatan ini akan masuk lah produk-produk dari luar negeri, kepentingan dari perusahaan besar dari luar negeri,” terang Sandi.

“Di sini banyak nggak yang suka mager? Males gerak. Kita nggak boleh mager, lawannya ya pro aktif. Mau belajar ke sana sini.” Teriak Sandi.

Politisi Partai Gerindra tersebut menyampaikan bahwa menjadi pengusaha harus bisa berinovasi. Inovasi menurutnya adalah membuat sesuatu menjadi lebih murah, efisien, dan bagus hasilnya. Ia juga meminta agar generasi milenial tidak takut mengambil resiko dan tidak takut gagal. Menurutnya, gagal adalah tangga menuju kesuksesan.

“Kita harus berani risk taking, mumpung masih muda jangan takut ambil resiko. Gagal nggak masalah, ini anak tangga menuju kesuksesan. Saya juga sering gagal. Tahun lalu aja saya gagal total,” kata Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI ini menegaskan, di tengah industri 4.0 memang teknologi menjadi salah satu hal penting yang harus dikuasai para milenial. Menurutnya, teknologi menjadi kesempatan bagus di tengah industri 4.0.

“Kita sekarang itu industri 4.0, robotics, Internet of things, artificial intelligence, dan sebagainya. Ini teknologi harus dikuasai milenial, ini jadi kesempatan emas kita,” pungkasnya.

(*** 29th Indonesia International Education Training & Scholarship Expo 2020 dan 2th Indonesia EduTech 2020 di JCC Senayan, Jakarta, tema “How To Be Millenials Entrepreneur”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *