Selama Tiga Minggu, Tersangka Pemerasan Dapat Setoran Rp 160 juta dari Lima SMK Swasta, Tim Saber Pungli Dalami Empat Sekolah Lain

PEMALANG SBN – Polres Pemalang Polda Jawa Tengah, Jumat (30/11) melakukan gelar perkara di Mapolres atas kasus pemerasaan yang dilakukan lima tersangka pemerasan terhadap lima kepala SMK swasta di Pemalang. Gelar perkara yang dipimpin oleh Wakapolres Pemalang Malpa Malacopo,SH.,SIK., MIK tersebut, memperlihatkan para tersangka berikut barang bukti yang sudah diamankan seperti kwitansi, uang dan dokumen lainya.

Dari pengakuan para pelaku menyebutkan, bahwa aksinya dilakukan di Kabupaten Pemalang baru sekitar tiga minggu. Salah satu pelaku yang mengaku sebagai wartawan harian kriminal online menyatakan, bahwa tindakan yang dilakukanya sekedar mencari pengalaman. Namun pengakuan tersebut membuat sejumlah wartawan yang meliput balik bertanya,”cari duit apa cari untung?”

Sedangkan tersangka Nawang Elin mengakui bahwa dirinya terdaftar sebagai wartawan AWDI. Soal aksinya memeras kepala sekolah atas penyelewengan dana BOS lantaran ada sumber yang tidak bisa disampaikan di sini.

Wakapolres menjelaskan, bahwa kasus pemerasan terhadap saksi korban yaitu lima Kepala SMK terkumpul uang Rp 160 juta berikut kwitansi yang dijelaskan bahwa uang tersebut sebagai uang kemitraan dengan jumlah Rp 30 juta sampai Rp 40 juta.

“Motifnya yang jelas mencari nafkah sedangkan modusnya adalah mengancam saksi korban atas kasus penyalahgunaan dana BOS dengan disertai aksi pemerasan.”

Saat para jurnalis menanyakan adakah sekolah lain yang mengalami hal sama. Menurut wakapolres tim saber pungli kini sedang mendalami empat sekolah lain yang mengalami nasib yang sama.  ‘”Yang pasti empat sekolah lain sedang kami dalami. Para tersangka diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.”

Sebelumnya diberitakan, Rabu ( 28/11) sekitar pukul 13.50 wib di kantor AWDI Pemalang Jalan Gurame Rt.01 Rw.02 Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, gabungan tim Saber Pungli Kabupaten dan tim Penindakan Saber pungli Polres Pemalang telah mengamankan lima orang pelaku pemerasan terhadap lima kepala Sekolah.

Pada saat dilakukan penangkapan lima orang pelaku yang mengatasnamakan LSM LPI Tipikor sedang memeras kepala Sekolah SMK PGRI 3 Ranndudongkal dengan cara mengancam korban melalui sms, dan apabila tidak memberikan uang maka akan dilaporkan ke penegak hukum sehingga korban menuruti apa perintah pelaku hingga akhirnya disuruh datang ke kantor di Widuri untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Pelaku yang diamankan polisi, lanjut Wakapolres, Sunardi, umur 48 tahun, alamat Palm ASRI 2 Blok F.5 Desa Pedagangan Rt. 05 Rw. 06 Kec. Dukuhwaru Kab. Tegal, SUTRISNO Bin (alm) MOH. SALIM, jenis kelamin Laki-laki, alamat jalan Gurame Rt. 01 Rw. 02 Kel. Widuri Kec./Kab. Pemalang, RIYANTO Bin (alm) WARIM umur 39 tahun, alamat Desa Kaligangsa Wetan Rt. 01 Rw. 01 Kec. Brebes Kab. Brebes, Nawang Elin Binti Kasmuri, alamat Desa Pasarean Rt. 05 Rw. 02 Kec. Adiwerna Kab. Tegal dan Aris Hadi Bin, umur 36 tahun, alamat Desa Desa Kaligangsa Wetan Rt. 01 Rw. 01 Kec. Brebes Kab. Brebes.

“Barang bukti yang diamankan, 1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 3 Randudongkal sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), 1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 1 Taman sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), 1 (satu) lembar kwitansi SMK PGRI 2 Taman sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), 1 (satu) lembar kwitansi SMK Satya Praja 2 Petarukan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) dan 1 (satu) lembar kwitansi SMK Nusantara 1 Comal sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), dan Uang sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) ” (sriyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *