Kolinlamil Fasilitasi Penerimaan Satgas MTF Konga XXVIII-J/Unifil

Jakarta, SBN-

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memfasilitasi penerimaan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) KRI Usman Harun 359 oleh Panglima TNI di Lapangan M. Silam, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (05/11/2018).

Upacara penyambutan pasukan perdamaian PBB tersebut dihadiri Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji,S.E.,M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna,S.E.,M.M., Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., Wakasad TNI Letjen TNI Tatang Sulaiman, Irjen TNI Letjen TNI Herindra dan pejabat utama TNI lainnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,S.I.P.,juga berkesempatan menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Santi Dharma kepada personel Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) dan personel Military Observer pada misi Minusca Central Afrika serta personel Staff Officer pada misi Unisfa.

Para prajurit mendapatkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Santi Dharma berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 64/TK/Tahun 2018 sebagai penghargaan prajurit TNI yang telah selesai melaksanakan tugas internasional sebagai Kontingen Garuda atau Military Observer.

Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan,tugas yang telah dilaksanakan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J Unifil dibawah bendera PBB selama satu tahun di Lebanon merupakan tugas yang membanggakan. Dikatakan pula bahwa tugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J Unifil sebagai diplomat TNI membawa nama baik negara. “Diplomasi militer yang kuat dibutuhkan dalam rangka mendukung diplomasi luar negeri guna memperkuat posisi Indonesia pada percaturan dunia internasional,”kata Panglima TNI.

Selain itu Panglima TNI juga menyampaikan saat ini Indonesia dipercaya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan posisi ini memungkinkan kita berperan lebih aktif dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia. Dan diakhir sambutannya, Panglima TNI menegaskan bahwa perkembangan spektrum ancaman semakin kompleks dan hal ini menuntut kerjasama internasional  secara bilateral dan multilateral. “Dalam kerjasama internasional tersebut ditekankan pengembangan kemampuan, membangun interoperabilitas, serta membangun kepercayaan diantara negara-negara yang ada,” tutupnya.

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL berjumlah 100 prajurit terdiri dari 94 pengawak KRI Usman Harun,1 Perwira Intelejen, 1 Perwira Psikologi,1 Dokter Militer,1 Perwira Penerangan,1 Kopaska,dan 1 penyelam. Satgas MTF TNI Konga memulai Tugas di Lebanon sejak 23 September 2017 sampai dengan 31 September 2018. (Git/PenKolinlamil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *